Sebaik Apapun Berusaha, Bila Bukan Rezeki, Lantas Mau Apa?




Kemarin, kita dapat proyek besar. Ada client yang meminta tolong dibuatkan kartu pembayaran sekitar 250 lembar bolak balik. Perlembarnya kita charge 1500 rupian.  Wah! Lumayan nih, bisa buat tambah bekal hari raya. Ucapku kegirangan. Udah kebayang uang ditangan. Halah, emak-emak biasa banget, hehehhehehe. 

Tetapi…napa hatiku berat banget ya?


Biar gampang dan nggak bolak balik, kita print satu sisi dulu. Ndilalah, sampai 100 lembar, printernya ngadat, nggak mau narik kertas lagi. Waks…..mana printer satu pula. Aku bangunkan misua yang tidur siang. Berharap dia bisa tangani. Printer tetep nggak bisa.
“Printernya rusak nih…yank, perlu diservice”

JRENGGGGGGGGGG………

Aku pegang dadaku. Owh….pantesan hatiku berat banget, ternyata warning printer rusak.

“Ya sudah deh, kita minta maaf saja, kalau kita nggak bisa handle….”suaraku berat. Sedih euy. 

Tak berapa lama, client datang. Dia juga sedih kartu itu akan dipake besok pagi. Tetapi mau bagaimana lagi. Kondisinya begitu. Kuperlihatkan semua hasil kerja kita, termasuk kertas buffalo yang sudah kami beli. Biar dikira kami tidak bohong dan tidak dibilang asal kerja. Kalau sudah janji, kami berusaha sebaik mungkin memuaskan pelanggan. Syukurlah pelanggan mengerti, dia juga tidak marah. Hasil print juga kami berikan, berikut file yang sudah dibuat susah payah oleh misua. Supaya dia bisa ngeprint ditempat lain, biar tinggal ngelanjutin tanpa ribet setting lagi.

Bayaran? Hmmm…..rasanya kok nggak enak hati meminta, meskipun client bertanya. Bagaimanapun pekerjaan itu belum selesai. Dan kami tidak puas dengan hasilnya. Meskipun dari satu sisi kita merugi, rugi waktu dan biaya. Tapi….disisi lain, kita berpikir panjang, kita butuh pelanggan, kalau mereka tahu pelayanan kita bagus. Tentunya mereka akan mencari kita lagi.

Setelah client pergi….aku langsung ambil air wudhu dan curhat sama Allah. Namanya manusia, tentunya aku sedih. Uang yang sudah nyaris ditangan, mendadak hilang begitu saja. Bukan aku saja, misuaku jelas kecewa, karena dia paling susah membuat kartunya, belum lagi printer yang rusak. Kami akan keluar biaya lagi.

Yach……mau bagaimana lagi, kita tak bisa mengontrol apapun. Semua diluar kehendak kita. Mungkin Allah tidak mengijinkan kami mengerjakannya, Mungkin Allah akan memberikan kami ganti yang lebih besar. Siapa tahu to. Sebaik apapun kita berusaha, kalau Allah nggak ngijinin, tetap nggak bisa. Meskipun itu sudah ada dalam genggaman kita.

Satu lagi, kejadian tadi sebagai pengalaman. Ternyata printer kami tidak bisa dibuat ngeprint kertas buffalo! Banyak pula! Hahahahha kalau nggak gitu mana tahu, kita.

Kemudian, malamnya si mbak memberitahu, akhirnya dia pergi ke percetakan. Dan meminta maaf pada kami. Dia merasa nggak enak pada kami, karena tahu printer kami rusak.

Ya sudahlah……keep optimist ada rezeki lain.

Tabik….

 foto diambil dari document.tips

Comments

Tulisan Beken