Rangking


Hari ini Key terima raport. Berbeda dari sebelumnya, emaknya nggak terlalu lebay plus nerveous akan hasil Key. Bagus disyukuri, nggak bagus, kudu berusaha lebih keras lagi. Emaknya sudah sadar, sekolah dia paporit, teman-temannya banyak yang pinter, kalau ngepushnya keterlaluan, khawatirnya malah stress, gegara untuk memenuhi keegoisan emaknya, supaya bisa dipamerin di medsos. Supaya emaknya dapat like banyak….prok..prok..prok….Aaarghhhhhhh…….Glundunggggggggggggggggg.


Berkaca dari hasil semester ganjil. Emaknya cuman bilang, “Nak…..kalau bisa ntar masuk 10 besar, nilai minimal 80!” 

Key mencoba menawar….”Nggak boleh kurang ma…”

“No, ntar dibawah KKM berabe” jawabku, sambil tersenyum manis.”Artis korea, idolamu kerja keras kan, bukan hanya sukses di dunia keartisannya, tapi disekolah juga.” Biar dia termotivasi oleh idolanya. Motivasi dari luar lebih masuk kedalam dirinya, daripada omongan emaknya.
“iya ma…management A aja, minta artisnya harus rangking 1, kalau nggak, akan dikeluarin.”katanya dengan mata berbinar.

“Nah….itu! Key harus contoh mereka.” Ucap saya penuh arti.

Dan Alhamdulillah, Key masuk 6 besar, nilai rata-ratanya hanya terpaut 1,5 dari peringkat pertama. Dia unggul dipelajaran IPS, IPA, Bahasa inggris, namun sedikit butuh waktu untuk matematika. Ini sesuai dengan hasil test finger print yang pernah ia lakukan. Selain itu dia juga butuh tantangan. Dia akan terus bisa bersinar, bila dikelilingi oleh teman-teman yang kompetitif, tetapi akan menjadi melempem, bila teman-temannya biasa saja.

 Ini patut kusyukuri, sebagai pencapaiannya. Dia sudah bisa membuktikan dirinya bisa bersaing dengan teman-temannya. Mengingat awal masuk SMP dulu, dia sempat minder karena asal sekolahnya yang tak terkenal. Sebegitu cerewetnya saya, memberikan dia semangat.

“Kamu hebat, sayang, Key pasti bisa”

“Key nggak boleh nyerah, Key harus tunjukkan pada teman-temanmu, Key bisa, Key nggak boleh kalah dari mereka.” Bujuk saya terus, saat dia bersedih.

Memberikan rangking pada murid,menurutku bagus. Sebagai alat untuk berkompentisi. Meskipun tiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda. Supaya ada tujuan yang harus dicapai oleh murid. Dimana mereka juga harus diajari untuk berkompetisi dengan sehat, tanpa melakukan hal-hal curang untuk mencapai tujuannya. Anak juga kudu diajari supaya tetap low profile, dengan tidak membanggakan pencapaiannya dan menganggap remeh teman-temannya yang tidak seberuntung mereka. Sebab semua anak itu dilahirkan special.



 foto diambil dari 123RF.com




Comments

Tulisan Beken